Kamis, 12 November 2015

November Rain, Kamis 12.15/19.05 wita

Kakakku Pahlawanku

Ini pertama kalinya saya menulis di blog karena saya baru pertama kali bikin blog, yang jadi pertanyaannya sekarang, kenapa sih baru pertama kali nulis di blog tapi bahasnya tentang seorang kakak?, yah mungkin karena pas lagi nyari inspirasi buat nulis di sini, eh, kebetulan kakak nelfon, dia curhat tentang etalasenya yang baru di beli beberapa bulan kemaren hancur. entah karena kilat atau hujannya yang terlalu deras tapi intinya dia sedih, yah walaupun dari cara bicaranya kelihatan sok tegar tapi saya  sudah feeling dia pasti sedih, kalian tsaya tau dia beli etalase itu dengan susah payah, tidak gampang dapat uang 1,5 juta bagi seseorang yang suaminya tidak ada kerjaan, tinggal di bandung, di rumah kontrakkan dengan 1 anak dan masih ada 2 orang anak lagi dikampung yang kebetulan di urus sama ibu dan ayah saya.

Bercerita tentang seorang kakak, bagi saya dia adalah sosok yang sangat sempurna sebagai seorang saudara, seandainya hidup kembali dan disuruh memilih lagi seorang saudara saya pasti akan pilih dia, kenapa saya pilih dia? karena dia sosok kakak tiri yang lebih dari saudara kandung bagi saya, dari kecil saya dia selalu mengerjakan pekerjaan rumah baik mencuci, memasak nasi menyapu lantai, halaman rumah semua dikerjakannya, walaupun sudah di bagi pekerjaan rumah oleh ibu tetap saja pekerjaan buat saya selalu dikerjakannya, tiap hari, tiap tahun sampai tidak terasa dia pergi ikut suaminya. flashback waktu dia masih kerja disini, uang kostan saya selalu dia yang bayar, tiap dia datang pasti saya selalu di belikan makanan yang enak-enak dan tiap kali dia pulang kampung itu merupakan suatu hal yang di tunggu tunggu semua keluarga karena pasti kita akan di belikan ole ole yang semua kita suka, yah walaupun kita tak mau tahu dia kerja apa dan dapat darimana uang yang banyak itu. karena bagi saya mana mungkin kerjaan di pabrik ikan bisa kirim uang dikampung, bayar kostan saya, belum juga kostan dia, beli ini itu dengan mudah, akan tetapi lagi-lagi saya tidak mau tau tentang itu, yang saya tau saya senang jika dia datang.

Bercerita soal sosok kakak tidak akan pernah habis rasa terimakasih saya karena Allah mengirimkan dia di tengah-tengah keluarga saya yang kadang egois, karena dia selalu jadi orang penengah disaat saya akan dipukul sama ibu atau ayah, dia bersedia menggantikan badannya yang kurus itu jadi bahan pukulan  ibu dan ayah saya, saya ingat waktu akan di pukul katanya "kamu kabur saja nanti ada kakak yang gantiin kamu..", begitupula kalau saya mau masak mie atau air pasti dia bilang "sini kakak saja yang bikin, kamu nonton saja..nanti kalau sudah masak mienya kakak panggilin kamu.." apakah kamu masih ingat semua itu kak?
dan malam ini kamu lagi sedih tapi apa yang lakukan, saya hanya bisa bilang "sabar, kak", ingin sekali saya kesana kerumah kamu peluk kamu dan bilang "aku yang akan gantikan etalasenya", mungkin kamu akan senang, tapi sayang itu semua hanya bisa saya pendam di lubuk hati yang terdalam karena saya tidak ada uang sebanyak itu kak, maafkan saya kak, maafkan saya.